This Is the Last But It Won’t Be the End

Hari ini saya sedih…

Hari ini adalah hari terakhir 30 Day Writing Challenge atau yang biasa saya singkat dan saya letakkan di akhir tulisan dengan #30DWC. Bukan sedih karena ini adalah tulisan terakhir, bukan. Tapi karena kedekatan dengan para fighter yang saya jalin karena mereka biasa menyetorkan tulisan nya juga sesekali bercerita dengan saya, dan mungkin setelah ini berakhir handphone saya akan kembali sepi dari keluhan, setoran dan curhatan mereka.

Seperti biasa saya menerima banyak setoran tulisan ketika tadi pagi di kampus, rata-rata mereka meWhatsApp saya seperti,

“Assalamu’alaikum mba sas ini setoran saya yang terakhir yaa”

“Mba sas makasih ya selama ini udah merekap tulisan kami”

“Maafin ya mba sas kalau sering telat setoran dan nyusahin”

“Mba, gak berasa ya udah berakhir aja jadi sedih. Tapi silaturahim harus tetap jalan ya mba”

Fix bikin baper.

Ya, begitulah saya padahal belum pernah bertemu sama sekali dengan para fighter ini tapi saya merasa sedih ketika seolah-olah akan “ditinggalkan” oleh mereka..

Mudah terbawa perasaan alias baper, ya begitulah. Bagaimana kalau bertemu langsung ya dengan teman-teman yang semangat menulis nya ini luar biasa? Wahh.. gak terbayang deh ^^

.

.

Tapi, saya harus segera menghilangkan kebaper-an ini karena kami masih akan saling menjalin silaturahim melalui tulisan. Iya tulisan.

Tujuan dari program #30DWC ini kan untuk membiasakan menulis, jadi sudah pasti kami para fighter akan semakin rajin dan sudah terbiasa untuk menulis. Tulisan akan menjadi penghantar rindu dan sarana berkomunikasi kami.

 “This is the last but it won’t be the end”

Memang, tulisan ini adalah tulisan terakhir saya di #30DWC tapi ini bukan akhir dari aktivitas saya untuk menulis. Justru ini adalah awal dari perjuangan saya untuk terus istiqomah menulis, memperbaiki blog dan melanjutkan untuk menulis buku berikutnya. Begitu pula dengan para fighter, ini adalah awal bagi mereka untuk mulai mengembangkan softskill mulia nya ini.

.

.

Kami hanya butuh semangat dan dukungan dari orang terdekat. Menulis kembali lagi saya katakana bukanlah perihal yang mudah tapi juga tidak sulit.Terbukti kami bisa menyelesaikan tantangan selama 30 hari itu menandakan menulis bukan hal yang sulit selama kemauan itu ada.

Jadi, intinya pada tulisan terakhir ini saya ingin berterimakasih kepada kak Rezky Firmansyah si founder #30DWC yang ahli dalam bidang ‘per-jomblo-an’, hehe.

Terimakasih kak telah kembali memberikan saski suatu wadah dan kesempatan untuk mengembangkan diri dan yang paling penting adalah naik level. Yap, naik level.

Terimakasih juga kepada para fighter yang sudah sama-sama berjuang dengan kesibukan nya masing-masing, terimakasih karena kalian saya kembali memiliki teman-teman baru yang inspiratif.

Terus semangat, jangan putus asa dan tetap lah berkarya ^^

Semoga kegiatan yang positif ini diridhoi oleh Allah ta’ala dan menjadi ladang pahala untuk kita semua, aamiin..

Mohon maaf yaa kalau saya ada kesalahan, maaf kalau kurang romantis dalam penutupan ini hehehe..

Sering-sering berkunjung ke sini yaaa. Semoga bermanfaat 😉

#30DWC hari ke-30 the last!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s