Wahai Masa Muda, untuk Apa Saja Kau Aku Gunakan ?

Bismillah..

Apa kabar kamu yang baca tulisan ini? Semoga sehat ya, kalau sedang sakit harusnya kamu lebih bersyukur lagi karena sakit merupakan salah satu cara untuk menggugurkan dosa kita, Insyaa Allah 🙂

Kamu yang baca tulisan ini pasti sebagian besar adalah pemuda termasuk saya sendiri, maka tulisan kali ini semata-mata menjadi nasihat untuk kita semua. Bukan hanya pemuda namun terlebih khusus untuk pemuda yang sebagian besar sedang menikmati masa sekolah, kuliah, organisasi, bikin komunitas, belajar bisnis, cari kerja dan masih banyak lagi aktivitas duniawi lain nya.

Beberapa hari lalu saya mendapatkan satu kutipan dari salah satu grup di media social sebut saja dia WhatsApp alias WA hehe.. yang membuat saya ‘jleb’ kalau kata anak muda zaman sekarang. Pokok nya membuat saya merenung dan berfikir keras. Kutipan dari Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin,

“Wahai pemuda.. Harusnya engkau selalu ingat bahwa engkau suatu hari nanti akan berdiri di hadapan Allah, dan Dia akan menanyakan kepadamu akan masa muda ini, engkau habiskan untuk apa?!”

Maa syaa Allah, Astaghfirullah..

Sudah 18 tahun saya hidup bahkan sebentar lagi mau 19 tahun lebih tepatnya saya menikmati hidup sebagai anak muda, tapi kembali lagi ke pertanyaan di atas “masa muda ini aku habiskan untuk apa?”

Tentu beragam jawaban yang sebagian besar saya habiskan untuk sekolah, belajar, organisasi, main sama temen, ketawa ketiwi, ngerumpi, jalan-jalan dll. Sungguh sangat banyak waktu yang saya habiskan dan setelah saya fikir lebih banyak yang sia-sia, ya dalam artian hanya mengejar duniawi semata dan banyak menumpuk dosa. Padahal jika kembali mengingat kodrat bahwa kita hanya lah hamba yang diperintah kan oleh-Nya untuk senantiasa beribadah, bersyukur, meminta dan memohon ampunan kepada-Nya.

Namun saya? Masih sangat jauh dari semua hal tersebut. Saya sangat takut, sungguh.

Belum hilang rasa takut itu kini ditambah lagi dengan satu sabda yang semakin membuat saya semakin ngeri,

Dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat’. (HR Ibnu Majah)

 

Mengingat kematian! Itu dia point nya, baiknya kita banyak mengingat kematian terutama pemuda yang masih banyak memiliki pola pikir bahwa kematian itu masih jauh, masih lama dan masa muda adalah saat nya menikmati kenikmatan dunia, dan itu salah besar.

Jika tadi saya bilang kalau “belum hilang rasa takut itu…” maka sebaiknya jangan pernah hilangkan rasa takut itu dan jangan berusaha untuk menghilangkan nya. Kita memang haruslah selalu merasa takut atas semua dosa, takut akan kematian, takut akan pertanggung jawaban dan takut dengan-Nya.

Sudah kah merasakan ‘takut’ itu ? Jika belum maka bersegeralah untuk membersihkan hati kita.

Kembali Allah Subhanahu wata’ala mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat satu,

“Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).”

 

Jadi, apa point penting yang dapat kita ambil kali ini ? Yuk, dicatat bareng-bareng ya termasuk saya juga ^^

  • Sebagai pemuda hendak nya selalu menempatkan hati untuk berada dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala
  • Masa muda jangan lah kita jadikan sebagai ajang berfoya-foya
  • Hendaknya kita menempatkan dan menatap dunia hanya sebagai tempat persinggahan sementara, karena akan ada tempat yang abadi yaitu akhirat kelak
  • Sebagai anak muda rajin-rajin lah untuk menuntut ilmu agama, karena jika sudah tua akan lebih susah lagi untuk menuntut ilmu tersebut. Betul?
  • Hisab lah diri sendiri sebelum hari penghisaban amal datang. Apa maksudnya? Yap, hendaklah kita rajin mengingat ingat sudah berapa banyak dosa yang diperbuat, apakah kita lebih sering menumpuk dosa atau pahala? Dengan begitu rajin lah untuk beristighfar meminta ampunan dari-Nya.
  • Ingat! Bahwa aka nada hari dimana masa muda kita dipertanyakan
  • Dan terakhir, sering-sering lah mengingat kematian karena kematian tidak akan melihat usia, keadaan atau tempat. Bisa jadi kelak kita mati dalam keadaan sedang meraih pahala atau bahkan sedang berbuat dosa, naudzubillah. Itu semua tergantung bagaiamana prilaku kita.

 

Nah, Alhamdulillaah banyak manfaat yang kali ini bisa kita ambil ya. Semoga kita bisa untuk senantiasa memanfaatkan masa muda dengan baik ya, aamiin..

Terimakasih telah membaca, semoga bermanfaat dan seperti biasa boleh banget di share hehe. Kamu mau sharing juga dengan saya? Atau memberi saran dan masukan? Boleh banget, bisa komentar di bawah atau follow twitter/instagram saya di @saskiaratry .

#30DWC hari ke-2

Advertisements

7 thoughts on “Wahai Masa Muda, untuk Apa Saja Kau Aku Gunakan ?

  1. Jleb banget tulisan nya…
    Jadi sadar, masa muda segera berlalu
    Kontribusi apa yang sudah kita berikan? Hufff
    Makasih kak atas tulisan nya
    Semangat 30DWC nya 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s